Rakor Kanwil Kemenag Gorontalo: Perkuat Sinergi, Tata Kelola, dan Keunggulan Madrasah

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh seluruh kepala madrasah negeri se-Kabupaten/Kota serta Kepala Tata Usaha (KTU) madrasah se-Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan komitmen dalam membangun madrasah yang unggul, transparan, dan berdaya saing.
Dalam arahannya, Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Mahmud Bobihoe, menekankan pentingnya membangun narasi positif madrasah melalui berbagai prestasi, inovasi, dan program unggulan yang telah dilaksanakan. Menurutnya, madrasah harus terus menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui layanan pendidikan yang berkualitas.

Ia juga mengajak seluruh kepala madrasah untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas antarmadrasah. “Sesama madrasah harus saling mendukung, saling menguatkan, dan saling berbagi praktik baik demi kemajuan pendidikan madrasah di Gorontalo,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, aspek tata kelola menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kepala madrasah diingatkan untuk membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan komite madrasah. Setiap bentuk dukungan dari komite harus dilakukan secara transparan, mulai dari penyampaian kebutuhan madrasah, pemanfaatan bantuan yang diberikan, hingga penyusunan surat pernyataan tidak keberatan dari orang tua serta berita acara penyerahan sarana dan prasarana yang disalurkan melalui komite.
Selain itu, para peserta juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui kolaborasi seluruh sivitas akademika. Keunggulan madrasah, menurut Mahmud Bobihoe, tidak hanya dibangun oleh kepala madrasah, tetapi juga merupakan hasil kerja sama guru, tenaga kependidikan, siswa, komite, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah menegaskan pentingnya perencanaan program kerja yang terukur dan selaras dengan alokasi anggaran dalam DIPA. Program yang dirancang harus memiliki target yang jelas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.
Rakor juga menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi madrasah. Pemanfaatan teknologi informasi dalam administrasi, pembelajaran, dan layanan publik diharapkan terus ditingkatkan agar madrasah mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Di bidang sarana dan prasarana, madrasah penerima bantuan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) diminta untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun guna mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan nyaman.
Tidak kalah penting, pengembangan potensi peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler juga menjadi perhatian khusus. Program-program seperti Pramuka, PORSEMA, riset, seni, olahraga, dan berbagai kegiatan pengembangan karakter lainnya diharapkan terus diperkuat sebagai wadah pembentukan generasi madrasah yang berprestasi dan berakhlak mulia. (humas manicg)










