IC Green Resmi Diluncurkan, MAN IC Gorontalo Hadirkan Inovasi Pengelolaan Sampah untuk Wujudkan Madrasah Hijau dan Berkelanjutan

Komitmen MAN Insan Cendekia Gorontalo dalam membangun budaya peduli lingkungan semakin diperkuat melalui peluncuran IC Green, sebuah inovasi yang digagas oleh Agen Perubahan Pembangunan Zona Integritas. Program ini hadir sebagai solusi terhadap isu strategis pengelolaan sampah di lingkungan madrasah sekaligus menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Peluncuran IC Green dilaksanakan pada Jumat (31/7) di lingkungan MAN IC Gorontalo dan dihadiri oleh seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga peserta didik. Turut hadir Sekretaris Desa Moutong sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh madrasah.
Sebagai madrasah berasrama (boarding school), MAN IC Gorontalo menghasilkan sampah dalam jumlah yang cukup besar setiap harinya. Sampah tersebut berasal dari aktivitas siswa di asrama, kantin, rumah dinas guru, serta berbagai aktivitas pembelajaran dan pelayanan di lingkungan kampus. Kondisi ini menjadi salah satu isu strategis yang mendorong lahirnya inovasi IC Green sebagai bagian dari komitmen pembangunan Zona Integritas.
Melalui IC Green, madrasah menghadirkan dua program utama, yaitu Bank Sampah dan Biopori. Bank Sampah menjadi wadah bagi warga madrasah untuk memilah serta mengelola sampah anorganik sehingga memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, biopori dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Kepala MAN IC Gorontalo, Jasmaniar, menyampaikan bahwa peluncuran IC Green merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif seluruh warga madrasah terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
IC Green bukan sekadar program pengelolaan sampah, tetapi merupakan gerakan perubahan budaya. Kami ingin seluruh warga madrasah memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Inilah bentuk ikhtiar kami dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berintegritas, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Sebagai bagian dari peluncuran IC Green, dilaksanakan pula Gerakan Penanaman Pohon yang melibatkan seluruh peserta didik baru. Setiap siswa membawa satu bibit pohon dari rumah untuk ditanam di area kampus MAN IC Gorontalo. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sekaligus investasi lingkungan yang diharapkan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Sekretaris Desa Moutong mengapresiasi inisiatif MAN IC Gorontalo dalam menghadirkan program yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan madrasah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap IC Green menjadi contoh bagaimana lembaga pendidikan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli lingkungan. Sinergi antara madrasah dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan lestari," ujarnya.
"Zona Integritas tidak hanya berbicara tentang peningkatan pelayanan dan tata kelola yang baik, tetapi juga bagaimana menghadirkan perubahan nyata melalui budaya kerja yang berdampak. IC Green menjadi salah satu ikhtiar kami dalam membangun madrasah yang bersih, sehat, ramah lingkungan, sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada seluruh warga madrasah," ungkap Agen Perubahan, Siti Hadju.
Ke depan, IC Green diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh sivitas akademika serta masyarakat sekitar. Dengan semangat kolaborasi, inovasi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya MAN IC Gorontalo sebagai madrasah yang unggul, berintegritas, dan berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) melalui inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.(humasmanicg)










