JAMETA: MAN Insan Cendekia Gorontalo Paparkan 13 Hasil Penelitian Guru dan Siswa dalam Seminar Hasil PTK 2026

MAN Insan Cendekia Gorontalo (icg.sch.id) – Semangat berkarya dan budaya riset kembali mewarnai lingkungan MAN Insan Cendekia Gorontalo melalui kegiatan Seminar Hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diselenggarakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Cafe Onato, kawasan Danau Perintis, Gorontalo. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi guru dan siswa untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus berbagi gagasan dan inovasi yang lahir dari proses pembelajaran maupun pengamatan terhadap berbagai fenomena di lingkungan sekitar.
Seminar yang menghadirkan narasumber akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Muhammad Reinard Yahya, ini dibuka secara resmi oleh Kepala MAN Insan Cendekia Gorontalo, Jasmaniar. Kehadiran narasumber dari perguruan tinggi diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta, memberikan penguatan metodologi penelitian, serta menghadirkan perspektif akademik terhadap karya-karya yang dipresentasikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program EduSpark MAN Insan Cendekia Gorontalo, sebuah program pengembangan budaya akademik yang digagas oleh Agen Perubahan MAN IC Gorontalo. Salah satu semangat yang diusung adalah JAMETA (Jangan Menua Tanpa Karya), sebuah gerakan yang mendorong seluruh warga madrasah untuk terus produktif, berkarya, meneliti, dan menghasilkan kontribusi nyata melalui tulisan maupun penelitian.
Seminar hasil penelitian ini telah menjadi tradisi tahunan MAN Insan Cendekia Gorontalo. Tidak sekadar menjadi agenda akademik rutin, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam membangun ekosistem riset dan literasi yang melibatkan guru serta siswa. Melalui forum resmi ini, para peneliti memperoleh kesempatan untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya, menerima masukan, dan mengembangkan gagasan agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 13 hasil penelitian dipresentasikan secara langsung oleh guru dan siswa. Topik penelitian yang diangkat sangat beragam, mulai dari pendidikan, ekoteologi, sosial budaya, ekonomi, lingkungan, sains, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Adapun 13 penelitian yang dipresentasikan meliputi:
1. Implementasi IC Green sebagai Wujud Ekoteologi dalam Mendukung ASTA PROTAS Kementerian Agama RI di Lingkungan MAN Insan Cendekia Gorontalo – Dr. Jasmaniar.
2. Efektivitas Penggunaan Aplikasi Rapid Typing Berbasis Teori Sibernetik terhadap Kecepatan dan Ketepatan Mengetik Bahasa Arab Siswa Kelas XI MAN Insan Cendekia Gorontalo – Fernando, M.Ag.
3. RANUMKAN: Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Project Kolaboratif sebagai Gagasan Solusi bagi Kelompok Rentan di Kelas XII MAN Insan Cendekia Gorontalo melalui Model Rancang Bangun dan Terapkan – Suwito Buoki, S.Pd.
4. Santri dan Abangan di Blora: Studi Kasus Islamisasi Ritual Sedekah Bumi– Siti Khotijah.
5. Tasnim: Surveilans Kualitas Air Irigasi Budidaya Ikan Suka Damai melalui Multi-Node IoT-Web Berbasis Kecerdasan Buatan – Muhammad Salman Haris, Deandra Ammar Ghassan, dan Alfatah Fahrezi Saleh.
6. The Effective Strength of the Great Attractor: A Numerical Analysis of Linear Structure Growth in Lambda CDM – Muhammad Farhan Herman.
7. Praktik Akuntansi Mosoro Suku Bajo Gorontalo: Studi Fenomenologi Islam – Aldiwanto Landali, S.E.
8. Merawat Pangan, Merawat Kehidupan: Analisis Historis-Kontemporer Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal Komunitas Etnik Jawa-Tondano di Gorontalo – Trisnawati, Sri Lestiya Mointi, dan Aldiwanto Landali.
9. Digital Divide in QRIS Adoption Among Local and Migrant MSMEs in Manokwari, Indonesia– Andi Raysa Almira.
10. Optimasi Bio-Fiber Shield Serat Ijuk Aren Teraktivasi sebagai Eco BIOREC Kendali Mitigasi Erosi, Karakterisasi Bioremediasi Hg, dan Restorasi Ekosistem Pascatambang – Aksel Khair Ramadhan dan Daffa Dymar Posangi.
11. Adopsi Mekanisme Standardisasi Produk Berbasis AI oleh UMKM Kreatif: Memperluas TAM dalam Konteks Ketahanan Ekonomi Digital – Furqon Syarafana Syaumil Ponengoh, Ahmad Mumtaz Dzaki Yamin, dan Muhammad Anzur Alfarisi.
12. Dari Mustahik Menjadi Muzaki: Mengukur Efektivitas Kampung Zakat dalam Mendorong Produktivitas Ekonomi Masyarakat di Desa Iloheluma, Gorontalo Utara – Muhammad Maheswara Dzaky Prayitno dan Davit Herlingga Kolopita.
13. A Design Science Research Approach to an AI Guide for Halal Tourism: Integrating Live Weather and Local Knowledge in Gorontalo – Rahmat Suryadi Mangopa dan Alidzakwan Ariadi Bagaskara.
Keberagaman tema tersebut menunjukkan bahwa budaya penelitian di MAN Insan Cendekia Gorontalo terus berkembang. Para guru dan siswa tidak hanya mengkaji persoalan pembelajaran, tetapi juga merespons tantangan sosial, lingkungan, ekonomi, budaya, dan perkembangan teknologi melalui pendekatan ilmiah. Bahkan, sejumlah penelitian telah mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, MAN Insan Cendekia Gorontalo menegaskan bahwa penelitian bukan semata-mata aktivitas akademik untuk memenuhi tuntutan administrasi, melainkan proses membangun pola pikir kritis, kreatif, reflektif, dan solutif. Guru menjadi pembelajar sepanjang hayat, sementara siswa memperoleh pengalaman berharga sebagai peneliti muda yang berani mengemukakan gagasan dan mempertanggungjawabkan hasil pemikirannya di forum ilmiah.
Semangat JAMETA menjadi pengingat bahwa setiap insan madrasah memiliki kesempatan untuk meninggalkan jejak melalui karya. Sebab, madrasah unggul tidak hanya ditandai oleh prestasi yang diraih, tetapi juga oleh gagasan, inovasi, dan kontribusi yang terus dilahirkan oleh warganya.
JAMETA – Jangan Menua Tanpa Karya. Terus Meneliti, Terus Berkarya, dan Menginspirasi.










