Beranda/Berita/MAN ICG Ikuti Sosialisasi Program SUGT ITB 2026: Perkuat Kapasitas Riset dan STEM
Madrasah

MAN ICG Ikuti Sosialisasi Program SUGT ITB 2026: Perkuat Kapasitas Riset dan STEM

16 September 2026
Humas Madrasah
12 Kali Dilihat
MAN ICG Ikuti Sosialisasi Program SUGT ITB 2026: Perkuat Kapasitas Riset dan STEM
AI Voice PlayerMAN ICG Ikuti Sosialisasi Program SUGT ITB 2026: Perkuat Kapasitas Riset dan STEM

Gorontalo, 16 September 2026 — MAN Insan Cendekia Gorontalo (MAN ICG) mengikuti Kick Off Meeting Program Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) ITB 2026 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan program SUGT ITB 2026, khususnya dalam bidang peningkatan kapasitas riset dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Program SUGT merupakan salah satu program pengembangan sekolah yang memberikan kesempatan kepada sekolah peserta untuk memperkuat kapasitas siswa dan guru melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi. Dalam pelaksanaan SUGT ITB 2026, aspek riset kolaboratif dan STEM menjadi salah satu fokus utama program.

Kegiatan kick off meeting dipandu oleh Allya Aulia Putri, S.Si. Dalam sesi tersebut, tim ITB memberikan penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan program, peserta yang terlibat, tahapan kegiatan, serta persiapan yang perlu dilakukan oleh masing-masing sekolah.

Dalam pemaparannya, tim ITB menjelaskan bahwa program akan melibatkan 140 siswa dari masing-masing sekolah, dengan dukungan 10 guru pendamping yang ditugaskan dalam beberapa komponen program, antara lain SAT, IELTS, dan personal branding.

Khusus untuk program STEM dan riset, peserta akan mendapatkan pembekalan dan pendampingan dalam mengembangkan proyek yang telah dipersiapkan oleh tim ITB. Jenis proyek telah ditentukan oleh ITB untuk memastikan proyek dapat dilaksanakan dan diselesaikan dengan baik. Meskipun demikian, sekolah dan peserta tetap diberikan ruang untuk mengembangkan proyek tersebut lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki.

Salah satu hal penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah dukungan perangkat proyek. KIT, alat, dan bahan proyek akan disediakan oleh pihak ITB, sementara sekolah menyiapkan ruangan yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan.

Selain proyek STEM, program juga berkaitan dengan penguatan kapasitas riset melalui riset kolaboratif. Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa pelaksanaan program akan melibatkan guru yang telah ditugaskan dan mekanisme lebih lanjut mengenai jumlah maupun keterlibatan guru akan dikomunikasikan dengan pihak terkait.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai tes awal yang menjadi salah satu tahapan program. Untuk tes awal, prioritas utama adalah siswa, sementara apabila guru atau tenaga kependidikan memiliki kendala jadwal, hal tersebut dapat dikomunikasikan dengan pihak operasional untuk penjadwalan kembali.

Dalam sesi tanya jawab, berbagai sekolah peserta menyampaikan pertanyaan terkait jumlah siswa, pembagian klaster, keterlibatan guru, pelaksanaan proyek, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Tim ITB menjelaskan bahwa program akan dilaksanakan dengan pembagian empat klaster yang telah ditentukan oleh ITB, sementara beberapa aspek teknis masih akan dikomunikasikan lebih lanjut bersama pihak SPPT dan sekolah.

Bagi MAN ICG, keikutsertaan dalam program SUGT ITB 2026 menjadi kesempatan strategis untuk terus mengembangkan budaya akademik yang berbasis riset, inovasi, kolaborasi, dan STEM. Program ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas guru dalam mendampingi siswa menghasilkan karya dan proyek yang relevan.

Dengan semangat “Go Fight Win”, MAN ICG berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam berbagai program pengembangan pendidikan yang membuka ruang bagi siswa dan guru untuk bertumbuh, berinovasi, dan menghasilkan karya yang berdampak.

Rekomendasi Terkait

Berita Lainnya